Search
  • Cegah Stunting

Bumil, Yuk Konsumsi Gizi Seimbang Demi Kesehatan Janin

Updated: Apr 7



Kehidupan anak sejak dalam kandungan ibu hingga berusia dua tahun (1.000 HPK) merupakan masa-masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Kecukupan gizi ibu pada masa kehamilan merupakan hal yang penting karena gizi tersebut akan dipakai oleh baik ibu dan janinnya, dan akan berpengaruh sangat besar terhadap tumbuh-kembang anak. Kekurangan gizi yang terjadi pada masa kehamilan akan menimbulkan kerusakan awal pada kesehatan, perkembangan otak, dan kecerdasan pada serta meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif pada usia dewasa kelak.1 Dari hasil Riskesdas 2018, diketahui bahwa 17.3% wanita hamil di Indonesia masih mengalami Kurang Energi Kronik (KEK) dan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 48,9%, di mana angka tersebut masih lebih tinggi dari target pada tahun 2019 yaitu sebesar 28%.3



Selain kekurangan gizi, Indonesia sudah mulai dikhawatirkan dengan masalah gizi berlebih. Dari Riskesdas 2018, diketahui juga bahwa pada orang dewasa di atas 18 tahun, angka berat badan lebih sebesar 13,6% dan obesitas sebesar 21,8%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2013.8 Apabila wanita dengan kondisi tersebut hamil dan tidak dapat menjaga asupan gizinya dengan baik sehingga menyebabkan berat badan berlebih selama kehamilan, terdapat beberapa masalah yang dapat terjadi, seperti peningkatan tekanan darah, preeklampsia, dan gestational diabetes pada ibu. Obesitas pada masa kehamilan juga dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya makrosomia dan kecacatan pada janin.2


Seluruh kondisi di atas menegaskan kembali bahwa kecukupan gizi pada ibu hamil merupakan hal yang krusial untuk dicapai secara merata di Indonesia demi generasi penerus bangsa yang berkualitas nantinya.


Ibu hamil dengan konsumsi asupan gizi yang rendah dan mengalami penyakit infeksi akan melahirkan bayi dengan Berat Lahir Rendah (BBLR), dan/atau panjang badan bayi di bawah standar. Asupan gizi yang baik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh seperti pemberian kolostrum (ASI yang pertama kali keluar), Inisasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) secara tepat. Selain itu, faktor kesehatan lingkungan seperti akses air bersih dan sanitasi layak serta pengelolaan sampah juga berhubungan erat dengan kejadian infeksi penyakit menular pada anak. Kehidupan anak sejak dalam kandungan ibu hingga berusia dua tahun (1.000 HPK) merupakan masa-masa kritis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Faktor lingkungan yang baik, terutama di awal-awal kehidupan anak, dapat memaksimalkan potensi genetik (keturunan) yang dimiliki anak sehingga anak dapat mencapai tinggi badan optimalnya. Faktor lingkungan yang mendukung ditentukan oleh berbagai aspek atau sektor pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil dapat dilakukan berdasarkan prinsip Pedoman Gizi Seimbang.1



Pesan Gizi Seimbang untuk ibu hamil:


1. Biasakan mengonsumsi aneka ragam pangan yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, dan zat mikro seperti vitamin dan mineral.4

  • Protein seperti protein hewani dari ikan, susu, dan telur sangat dianjurkan untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.

  • Zat besi dalam bentuk suplemen sangat penting diperlukan untuk mencegah anemia pada ibu hamil, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), pendarahan, dan risiko kematian. Ikan, daging, hati, dan tempe adalah jenis pangan yang mengandung zat besi tinggi.

  • Asam folat yang terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam dan kacang-kacangan penting untuk pembentukan sel dan sistem saraf selama masa kehamilan.

  • Vitamin dalam buah berwarna baik bagi tubuh dan buah yang berserat dapat melancarkan buang air besar sehingga mengurangi risiko susah buang air besar.

  • Kalsium dalam sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan teri, dan susu juga sangat dibutuhkan untuk mengganti cadangan kalsium ibu guna pembentukan jaringan baru pada janin, menurunkan risiko preeklampsia, dan mencegah pengeroposan tulang dan gigi.

  • Iodium pada makanan laut seperti ikan, udang, kerang, dan rumput laut berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.

2. Batasi mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi untuk mencegah hipertensi selama kehamilan.4


3. Minumlah air putih yang lebih banyak untuk menjaga kondisi pencernaan ibu hamil dan mendukung sirkulasi janin.4


4. Batasi minum kopi untuk mencegah dehidrasi serta kenaikan tekanan darah dan detak jantung.Konsumsi kafein pada ibu hamil akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin.4


Reference:

  1. Pritasari, Damayanti, D., & Lestari, N. T. (n.d.). Gizi Dalam Daur Kehidupan (2017th ed.). Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

  2. "Nutrition During Pregnancy". 2021. Acog.Org. https://www.acog.org/womens-health/faqs/nutrition-during-pregnancy.

  3. "Laporan Akuntabilitas Kinerja". 2018. Kesmas.Kemkes.Go.Id. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_60248a365b4ce1e/files/SAKIP-GIZI-2018_1559.pdf.

  4. “Pedoman Gizi Seimbang”. 2014. Hukor.kemkes.go.id. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf.

Created by:

Pinka Alia - PC SCOPH CIMSA 2020-2021

Reviewed by:

dr. Wahdini Hakim, MWH – Pemerhati dan Pakar Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Designed by:

Matthew Guillaume – Publication and Promotion Team District 4 AMSA-Indonesia 2020-2021

46 views0 comments

Recent Posts

See All