Search
  • Cegah Stunting

Dukungan Keluarga Sangat Berarti Bagi Ibu Menyusui

ASI manusia tidak otomatis terproduksi dengan cukup. Untuk suksesnya menyusui, diperlukan persiapan dan interaksi hormonal untuk memberikan ASI yang adekuat. Selain itu, komposisi air susu berbeda menurut spesiesnya. ASI manusia akan diproduksi dengan adekuat apabila payudaranya juga sehat. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan manusia tidak mungkin menyusui secara absolut, misalkan jika kelenjar susunya tidak tumbuh dan berkembang sehingga sama sekali tidak bisa memproduksi air susu atau pada keadaan sakit yang dapat membahayakan dirinya maupun bayinya. Penjelasan di atas menjadi justifikasi bahwa untuk menjamin keberhasilan menyusui membutuhkan persiapan dan dukungan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk berhasil menyusui adalah dengan melakukan kontak menyusui dimana ibu bertemu dengan tenaga kesehatan atau konselor menyusui sebanyak 7 kali.

Kontak ini akan memberikan pengetahuan yang cukup sehingga membangun kesiapan mental, bahkan ketika ibu menghadapi masa kritikal dalam dua bulan pertama kehidupan bayi. Dua kontak pertama dilakukan pada masa kehamilan, yaitu pada trimester kedua dan trimester ketiga. Kontak ketiga melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sedangkan kontak ke-4 pada saat bayi usia 1-2 hari ketika ibu dan anak masih dirawat di RS/klinik bersalin/Puskesmas PONED dan masih dievaluasi apakah ibu sudah bisa menyusui dengan benar. Kontak kelima, yaitu saat kontrol pertama pasca melahirkan atau saat bayi usia 7 hari. Merujuk pada kebijakan standar pelayanan kesehatan, kontak ini bersamaan dengan kunjungan neonatal KN2 dan kunjungan nifas KF2. Pada saat ini, berat badan bayi juga dievaluasi. Biasanya muncul masalah di kontak ke-5 karena ibu mulai lelah dan sering dijumpai penurunan berat badan bayi dan kejadian kuning. Apalagi, pada kontak ke-5 ibu dan bayi sudah tidak di RS sehingga tidak ada suster yang melakukan observasi. Kontak ke-6 dilakukan saat bayi berumur 35 hari dan kontak ke-7 ketika bayi berumur 60 hari atau saat ibu mulai bekerja.

Dengan pertimbangan tersebut, maka penting bagi ibu hamil memilih RS tempat bersalin yang mendukung 10 langkah keberhasilan menyusui, di antaranya adalah menerapkan rawat gabung, pro terhadap ASI serta menghindari conflict of interest terhadap susu formula. Rawat gabung penting untuk melatih ibu dengan siklus harian bayi sehingga ketika pulang ibu tidak kaget dan cemas. Rawat gabung juga dapat meminimalkan risiko terjadinya post partum blues. Ketika ibu mulai lelah karena kurang tidur, menghadapi tantangan menyusui di rumah, penting sekali dukungan dari suami, keluarga dan lingkungan sekitar supaya ibu tetap semangat. Selain kebijakan cuti maternitas bagi ibu bekerja, keberadaan suami akan sangat memotivasi keberhasilan menyusui juga untuk meringankan beban ibu dalam merawat bayi dan pekerjaan domestik. Beberapa tempat kerja menghormati kebutuhan ini dengan menerapkan kebijakan cuti paternitas hingga satu bulan setelah ibu melahirkan.

Sering kali ibu hamil ataupun ibu menyusui memiliki keraguan akan produksi ASInya. Tahukah kamu bahwa dengan berpikir bahwa ASImu tidak cukup justru dapat mempengaruhi produksi ASI? Perlu ibu ketahui bahwa semua ibu mampu memberikan ASI kepada bayinya. Bagaimanapun kondisi payudara ibu, baik ukuran maupun bentuk (contohnya flat nipple atau puting datar) tidak berpengaruh dengan produksi ASI. Namun, pikiran ibu lah yang dapat mempengaruhi produksi ASI, seperti persepsi ketidakcukupan ASI dan stress. Dalam kondisi ini, jika ibu menjadi jarang memberikan ASI maka lama kelamaan produksi ASI ibu akan berkurang.


ASI diproduksi oleh kelenjar payudara atas sinyal dari otak. Ketika bayi menghisap puting, saraf sensoris pada puting susu ibu akan terangsang. Rangsangan ini dikirim ke kelenjar hipofisis di otak yang kemudian melepaskan hormon prolaktin yang merangsang sel-sel kelenjar payudara untuk memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang memicu sel-sel otot payudara untuk memeras air susu keluar. Namun, kondisi stress dapat memperlambat pelepasan hormon oksitosin ke aliran darah, sehingga dapat mengganggu produksi ASI.

Faktor yang mendukung suksesnya pemberian ASI, diantaranya adalah dukungan dari keluarga, khususnya suami. Suami berperan untuk memenuhi gizi ibu serta menciptakan suasana bahagia bagi ibu menyusui. Hormon oksitosin sering kali disebut “hormon cinta” karena kehadirannya sangat dipengaruhi oleh suasana hati ibu. Ayah atau anggota keluarga yang lain juga bisa ikut memberi dukungan kepada ibu menyusui dengan melakukan pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat membantu memberikan Let Down Reflex (kondisi payudara kencang yang membuat aliran ASI meningkat) dan dapat membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga dapat mempertahankan produksi ASI.


Menurut Kementerian Kesehatan (Depkes RI, 2008), manfaat pijat oksitosin yaitu memberikan rasa nyaman dan membantu menghilangkan stress pada ibu sehingga merangsang pelepasan hormon oksitosin. Pijat oksitosin juga bermanfaat untuk meningkatkan gerakan ASI ke payudara, menambah pengisian ASI ke payudara, dan memperlancar pengeluaran ASI.


Pijat oksitosin/pijat punggung secara rutin juga dapat mempengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan komunikasi antar saraf, mengurangi nyeri, dan memperbaiki aliran darah ke jaringan dan organ tubuh. Pijat oksitosin menggunakan minyak zaitun atau minyak lainnya agar pijatan mudah dilakukan. Tentunya, dibutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan pijatan ini, misalnya suami. Caranya, yaitu:

  1. Ibu menanggalkan pakaian dan bra, duduk bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja, dan meletakkan kepala di atas lengan.

  2. Pemijatan dimulai dari leher kemudian pundak dan kepala. Suami melakukan pemijatan di sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu. Pijat dengan memakai ibu jari (bisa juga memijat dengan menggunakan kepalan tangan, tinggal pilih maka yang lebih enak dan cocok).

  3. Lalu pada bagian tulang belakang leher, carilah bagian tulang yang paling menonjol.

  4. Dari titik tulang yang paling menonjol tersebut, maka turun sedikit ke bawahnya (yaitu jaraknya sekitar lebih 1-2 jari). Lalu geser kembali ke kanan dan kiri (masing-masing berjarak sekitar 1-2 jari).

  5. Suami memulai melakukan pemijatan dengan gerakan yang memutar, lakukan secara perlahan-lahan ke arah bawah hingga mencapai batas garis bra.

  6. Tekan agak kuat (jangan terlalu kuat / kencang menekan) yang membentuk gerakan melingkar kecil menggunakan kedua ibu jari.

  7. Lakukan pemijatan mulai dari leher, lalu turun ke bawah hingga ke arah tulang belikat. Umumnya pemijatan hanya dilakukan selama 5-10 menit saja.

  8. Saat Suami memijat di bagian belakang, ibu dapat mengompres payudara dengan air hangat. Tarik puting perlahan, lalu putar puting dengan jari-jari.

  9. Usap ringan payudara menggunakan ujung jari.


Sumber: Kemenkes, 2008


Cara lain untuk memperlancar produksi ASI adalah dengan pijatan payudara. Cara ini bisa dilakukan sendiri di hadapan cermin atau bisa juga dilakukan oleh suami. Terpenting adalah melakukan teknik dengan benar sehingga tujuan utama dari memijat payudara bisa didapatkan. Tujuan utama pijat payudara untuk memudahkan payudara dalam memproduksi ASI. Ketika dipijat, peredaran darah yang ada di payudara akan berjalan lancar dan mengurai kelenjar susu yang mengendap di saluran ASI dalam payudara. Selain itu, tujuan dari pemijatan ini adalah untuk meredakan pembengkakan yang umum terjadi pada ibu menyusui. Pemijatan ini juga membuat tubuh sang ibu lebih rileks dan mudah menyusui. Teknik ini kemungkinan besar akan membuat ASI keluar dengan sendirinya dalam jumlah cukup banyak. Cara terbaik setelah melakukan pemijatan ini adalah membersihkannya menggunakan air hangat kemudian bisa memompa ASI atau menyusui anak secara langsung.


Langkah Memijat Payudara

  1. Sebelum memijat payudara, cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir terlebih dahulu lalu letakkan tangan pada payudara bawah bagian kiri sedangkan tangan lainnya menekan pada payudara bagian atas. Gerakkan secara maju mundur pelan dan lembut. Jika tangan kiri bergerak maju maka tangan lain gerakkan mundur.

  2. Posisikan kedua telapak tangan pada bagian depan payudara kemudian gerakkan satu ke atas dan satu kebawah. Ulangi sampai dengan 15-20 kali.

  3. Buat gerakan melingkar di sekitar puting susu sekitar 15-20 kali.

  4. Urut secara perlahan dan pelan mulai dari arah bawah hingga mengerucut ke bagian puting.

  5. Gunakan ujung ibu jari dan jari telunjuk untuk memelintir pelan puting susu hingga beberapa kali.

Tidak hanya soal membantu produksi ASI tetap terjaga, keluarga juga berperan penting dalam komitmen ASI eksklusif.


Created by:

Dr. dr. Brian Sri Prahastuti, MPH

Naura Delfi Meisara, S.T.P



13 views0 comments

Recent Posts

See All