Search
  • Cegah Stunting

Komitmen Bersama Keluarga untuk Hidup lebih Sehat


Kita tahu, kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan menjadi fokus utama dalam kehidupan. Hidup sehat untuk mencegah penyakit, agar kita produktif, dan bisa mewariskan perilaku sehat ke anak-anak kita, serta berusaha menularkan semangat yang sama ke masyarakat. Dalam lingkungan keluarga, kita tahu betul bahwa kita perlu mengajarkan, mendidik dan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat mulai dari kecil. Mulai dari hal sederhana, small double action sesuai usia, misalnya gosok gigi teratur, buang sampah pada tempatnya, berolahraga, menjaga asupan gizi, dan seterusnya.


Tetapi lama kelamaan, kata “sehat” ini sudah begitu ‘merasuki’ hidup kita; kita merasa tahu ilmunya, informasi juga ada di mana-mana, sehingga kita terlalu terbiasa dan tidak lagi merasakan esensi dan urgensinya. “Ini sih saya sudah tahu”. “Ini juga kita pernah dengar”. Tanpa disadari, kita hanya tahu dan dengar, tapi masih lengah untuk memastikan konsistensi eksekusinya dalam perilaku keseharian. Cuci tangan pakai sabun lebih sering sesudah makan ketimbang sebelum makan, fungsinya hanya untuk hilangkan sisa makanan di tangan. Sebelum makan, kobokan air bersih pun dianggap cukup. Gosok gigi malam terlewat karena ketiduran di meja kerja. Belum lagi kebiasaan baru orang modern untuk “berlayar”. Bangun pagi langsung ke layar HP, jam kerja pindah ke layar laptop/komputer, tiba di rumah bercengkrama dengan keluarga di depan layar TV. Karena kesibukan “berlayar”, makanan dan asupan gizi pun dimaklumi dan seadanya saja, via layanan pesan antar, sambil ikut trend iklan snack dan menu instan kekinian. Kita pun terlena duduk di kursi dan sofa hampir sepanjang hari. Enggan berdiri, berjalan, berlari, dan kegiatan aktif lainnya. Lewat sudah konsistensi perilaku harian yang diperlukan untuk sehat raga, jiwa dan sosial.


Sehat ibarat “mahkota” di atas kepala si Sehat, yang kemudian hanya bisa dilihat dan bikin iri Si Sakit di sekitarnya. Si Sehat sendiri tidak sadar kalau dia sedang memakai mahkota “Sehat” yang berharga dengan intan permata di atas kepala. Dia tidak bisa lihat mahkota itu. Orang lain yang sehat pun tidak jeli lagi melihat mahkota itu. Memang berharganya Sehat baru terasa saat kita sakit, atau saat dunia sakit-terkena pandemi seperti sekarang. Bahwa selama ini cuci tangan pakai sabun pun belum kita lakukan dengan benar, etika batuk dan bersin belum rutin menjadi bagian bermasyarakat. Saat sakit-menerima efek kejut, barulah terasa begitu pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih sehat yang konsisten, untuk betul betul menikmati status “sehat”.

Berpuasalah kamu supaya sehat



Bulan Ramadhan diharapkan menjadi pusat latihan (training center) tahunan kita untuk menerapkan pola hidup bersih sehat. Selama menjalankan ibadah puasa, hadir di tengah-tengah kita, ketiga elemen yang dibutuhkan untuk menghidupkan kebiasaan sehat dan mengobati lengah yang sudah terjadi di bulan-bulan sebelumnya. Ketiga elemen itu termasuk:


  • Pembatasan asupan makanan - Makan hanya diperbolehkan di waktu tertentu yang jam nya terbatas, sejak berbuka hingga sahur. Sebagian malam pun kita penuhi dengan sholat tarawih dan sholat malam, jauh dari godaan makan siang di mall atau restoran favorit keluarga. Pastinya jangkauan terbatas juga untuk layanan pesan antar. Ini momen yang sempurna untuk mengurangi volume makan, mencermati dan lebih sadar ragam makanan isi piring kita di waktu makan yang terbatas, dan memastikan asupan gizi yang cukup untuk bekal aktifitas dan keperluan bekerja di siang hari.

  • Keteraturan - Kita bangun tidur teratur untuk sahur dan berbuka, menyemarakkan sholat tepat waktu, di awal waktu, memastikan istirahat cukup agar badan tetap fit untuk memaksimalkan ibadah sebulan penuh. Ini modal kuat untuk tetap hidup teratur di 11 bulan berikutnya.

  • Pengendalian diri - Sebulan penuh ini juga menjadi momentum untuk melatih kendali hawa nafsu dari berbagai godaan. Yang paling sederhana adalah godaan makan minum berlebihan. Hingga mengendalikan diri dari godaan sosial media, dunia maya yang jadi penyebab kebiasaan malas gerak alias mager-minim aktifitas fisik. Pengendalian diri adalah elemen krusial untuk konsisten di 11 bulan berikutnya.


Ketiga unsur di atas sangat penting dalam menumbuhkan dan melanggengkan perilaku sehat. Ketiganya dilatih selama sebulan berpuasa. Waktu sebulan juga seharusnya memadai untuk memupuk perilaku sehingga menjadi kebiasaan baru.


Karenanya, bertepatan dengan masuknya bulan yang penuh berkah yaitu bulan suci Ramadhan, mari kita jadikan ini momentum bersama untuk menggiatkan kembali pola hidup bersih dan sehat, menuju sehat fisik, mental dan sosial. Ramadhan menjadi momentum penting untuk diri kita sendiri sebagai individu, juga momentum berharga untuk menumbuhkan kebiasaan sehat di keluarga. Sepakati puasa TV dan sosial media di keluarga, diganti dengan aktivitas fisik/olahraga, mengurangi/bahkan berhenti merokok, saling mengingatkan untuk selalu berwudhu dan cuci tangan pakai sabun di waktu penting dengan langkah yang sempurna seperti semangat kita menyempurnakan wudhu, memastikan “isi piringku” dengan ragam makanan sehat rumahan saat sahur dan berbuka, mulai cemilan sehat dengan sayur dan buah segar. Makanan sehat keluarga akan otomatis berdampak ke asupan bergizi pula untuk ibu hamil, ibu menyusui serta anak yang sudah mulai MP-ASI di rumah. Bayangkan manfaat kolektif yang kita dapat di bulan ini! Untuk menyempurnakan kebiasaan hidup bersih, sehat dan teratur tentunya harus dibarengi dengan menjaga kebersihan jiwa dan pikiran dengan aktif melakukan ibadah bersama/berjamaah sekeluarga. Momen bulan suci Ramadhan akan sangat membantu kita dalam bersungguh-sungguh membiasakan pola hidup lebih baik, dan menjaganya langgeng pasca Ramadhan.


Sayangi tubuh dan sayangi lingkungan, hal ini dapat kita analogikan seperti kita dalam menyayangi sesuatu hal yang kita suka, apabila kita sudah menyayangi hal tersebut tentunya kita akan terus menjaga dan tidak ingin kehilangan. Artinya dalam memulai hidup bersih dan sehat kita harus menanamkan rasa menyayangi raga kita sendiri, menyayangi anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan membiasakan kebiasaan tersebut maka kita akan terus dapat menikmati waktu tanpa adanya keluhan penyakit dan senantiasa dapat memaksimalkan berbagai aktivitas dengan penuh semangat.


Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita rasakan manfaatnya apabila menjalankan ibadah puasa:



Menurut Kemenkes, ketika seseorang menjalankan ibadah puasa sesungguhnya tubuh kita melakukan proses detoksifikasi (pembuangan zat-zat/racun yang tidak diperlukan tubuh) secara optimal, sel-sel dalam organ tubuh kita juga melakukan proses regenerasi (pembaharuan sel) dengan baik, serta dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.


Selain itu, berpuasa juga dapat berpengaruh terhadap psikologis seseorang. Diantaranya:


  • Meningkatkan Rasa Simpati. Dengan berpuasa kita dapat merasakan apa yang orang lain rasakan dan berlajar untuk dapat berbagi.

  • Menjadi Lebih Baik. Dengan berpuasa kita harus mengatur hawa nafsu dan menjauhi hal-hal yang negatif.

  • Mengurangi Risiko Depresi. Dengan berpuasa kita belajar untuk lebih memahami, berbagi dan menjadi lebih baik.

  • Mengubah Suasana Hati. Dengan berpuasa kita bisa menjalankan kegiatan – kegiatan positif dan membuat mood kita menjadi lebih baik.


Jika kita sudah menerapkan kebiasaan gaya hidup yang bersih dan sehat, kita akan merasakan manfaat jangka pendek maupun panjangnya. Hal ini mencakup kesehatan fisik dan mental. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penerapan perilaku hidup sehat:


  • Terhindar akan berbagai macam penyakit

Dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan kita akan terhindar dari berbagai virus, bakteri, jamur, dan parasit penyebab penyakit penyakit.

  • Produktivitas meningkat dan hidup lebih teratur

Tubuh yang sehat dan lingkungan yang bersih akan mendukung kelancaran proses aktivitas yang kita kerjakan dan juga menjadi lebih nyaman dan bersemangat dalam beraktivitas.

  • Mendukung tumbuh kembang anak

Kebiasaan ini juga berperan aktif dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. Dengan kebersihan yang terjaga, kita akan terlindungi dari berbagai virus, bakteri, jamur, dan parasit penyebab penyakit. Hal ini dapat menjadi faktor penting guna mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

  • Melestarikan kebersihan dan keindahan alam

Bersih, asri, dan hijau akan lebih nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Hal ini bisa dilakukan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, tidak buang air kecil dan buang air besar di sungai, serta melakukan penghijauan dengan menanam pohon di sekitar rumah.

References:

6 Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Retrieved 8 April 2021, from https://jovee.id/6-manfaat-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs/

Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat Retrieved 8 April 2021, from https://promkes.kemkes.go.id/phbs

Pentingnya Menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Kehidupan Sehari-Hari, Retrieved 8 April 2021, from https://www.alodokter.com/pentingnya-menerapkan-phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-dalam-kehidupan-sehari-hari


Apa saja manfaat puasa?, Retrieved 8 April 2021, from http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/23/apa-saja-manfaat-puasa


Created By:

Rukianarsyi Arrasyidata Naraperwira Wiranto Putra, S.Psi

Reviewed by:

dr. Wahdini Hakim, MWH – Pemerhati dan Pakar Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Designed by:

Rekianarsyi Arrasyidipa Narayaprawira Wiranto Putra



47 views0 comments

Recent Posts

See All