Search
  • Cegah Stunting

Pengaruh Bermain Pada Stimulasi Otak Anak

Salah satu aktivitas yang banyak dilaksanakan anak-anak adalah bermain. Beberapa orang tua bertanya-tanya dan bahkan khawatir apabila bermain dapat menurunkan kepintaran anak-anak. Apakah benar? Mari simak artikel berikut ini.


Bermain merupakan semua kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan tanpa berpikiran perihal hasil akhir yang ditimbulkannya. Walaupun dianggap sebelah mata oleh orang dewasa sebagai hal yang membuang waktu, bermain berdasarkan banyak riset terbaru dengan perkembangan teknologi yang ada ternyata menimbulkan banyak keuntungan jika dilaksanakan sesuai porsinya yakni seimbang antara bermain sendiri dan bersama, belajar, istirahat, serta aktivitas lainnya. Adapun manfaat bermain pada perkembangan anak adalah untuk mengembangkan aspek moral, motorik, kognitif, bahasa, dan perkembangan sosial anak.


Bermain paling bermanfaat pada masa peningkatan pertumbuhan dan perkembangan anak yang pesat yakni diantara umur 0 hingga 5 tahun yang disebut sebagai “the golden age.” Masa ini sangatlah penting untuk diperhatikan tumbuh kembang anak dengan seksama agar tidak memunculkan kelainan dinanti hari yang bisa berupa disfungsi permanen. Bermain sebagai sebuah stimulasi sangatlah membantu untuk menciptakan hormon-hormon yang diperlukan dalam perkembangan anak.


Manfaat bermain untuk stimulasi otak anak:

  1. Perkembangan moral. Termasuk pikiran, perasaan, dan perilaku dalam mentaati peraturan serta kebiasaan dalam interaksi sosial sehari-hari. Misalnya dalam sebuah permainan terdapat peraturan yang mengatur, maka konsep yang sama diimplementasikan pada keseharian mereka.

  2. Perkembangan motorik. Didefinisikan sebagai kegiatan yang dilaksanakan dengan gerakan. Anak yang bermain dapat melatih pergerakan dan kemampuan gerak otot-otot tubuh secara sinkronus.

  3. Perkembangan bahasa. Dalam hampir semua kesempatan bermain bersama, anak berkesempatan untuk berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal dengan lawan main. Bahasa tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan anak, tapi juga diberi dampak oleh lingkungan sosial tempat tinggal dan genetik.

  4. Perkembangan kognitif. Bermain menstimulasi kemampuan berpikir anak termasuk mengasah pengetahuan, ingatan, daya pikir, kreativitas, dan lainnya.

  5. Perkembangan sosial. Anak yang mulanya bersifat egosentris akan mulai terstimulasi untuk mengenal lingkungannya sehingga menjadi sosialis. Dengan bermain bersama, seorang anak juga dapat melatih kerja tim.

Referensi

Ditulis oleh:

Keisha Annabel Garnette - AMSA-Indonesia

Direview oleh:

dr. Agustina, Sp.A - Dokter Spesialis Anak

19 views0 comments

Recent Posts

See All

Perlindungan pada tenaga kerja, terutama di Indonesia merupakan hal yang penting dalam menjamin memenuhi hak-hak para pekerja, keluarga mereka dan masyarakat umum. Namun, pada kenyataannya, perlindung