CSC_1654.jpg.jpg

CEGAH STUNTING

TENTANG CEGAH STUNTING

Gerakan Sosial Cegah Stunting diawali dengan National Launching pada 16 September 2018 di lapangan Monas oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Jend TNI (Purn) DR.H. Moeldok, SIP, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) dan plt Kepala BKKBN dr. Sigit Priohutomo, MPH.  Lauching ini melibatkan hampir 7000 peserta perwakilan Kader Posyandu dan tenaga pendidikan PAUD dari DKI Jakarta, perwakilan 29 perusahaan yang menjadi bagian dari SUN Business Network, perwakilan berbagai organisasi profesi, perguruan tinggi dan komunitas serta masyarakat umum yang berada di sekitar Jabotabek. 
Kegiatan ini bergaung hingga ke provinsi dan kabupaten di Indonesia. Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, S.Sos, M.H. dan Ibu Hj. Raudatul Jannah memimpin gerakan isi piringku yang diikuti 2018 ibu hamil pada 18 Oktober 2018. Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil dan Ibu Atalia Praratya  memobilisasi hampir 12.000 orang pada 18 November 2018. Sedangkan Gubernur Jawa Timur saat itu, Dr. H. Soekarwo, SH, H. Hum dan Ibu Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si. memimpin gerakan minum tablet tambah darah bagi remaja putri pada 14 Desember 2018, bersamaan dengan gerakan serupa di DI Yogyakarta yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X. Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, M.T dan Ibu DR. Ir. Dyah Erti Idawati, MT. memimpin gerakan "Geunting Aceh" pada bulan Maret 2019. Dengan skala yang lebih kecil deklarasi cegah stunting dilakukan di beberapa provinsi lainnya seperti NTT dan Papua Barat. 
Komitmen Pemerintah Daerah menjadi kunci untuk memastikan remaja puti, ibu hamil, ibu memyusui dan balita mendapatkan akses intervensi pencegahan stunting. Peranan keluarga utamanya ibu dengan dukungan keluarga sangat menentukan dalam pengasuhan yang optimal. untuk memastikan pesan kunci pencegahan stunting sampai hingga keluarga. Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja pada 2019 melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten untuk edukasi pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun di PAUD, dan motivasi Pola Asuh dan Pola Pangan kepada kader Posyandu, kader PKK dan tutor PAUD. 
Kini, kampanye komunikasi pencegahan stunting berlanjut dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial, menyasar remaja dan calon pengantin serta keluarga muda, dengan memberikan peranan lebih besar kepada anak muda sebagai penyampai pesan, influencer dan pelaku advokasi.
Gerakan Sosial Pencegahan Stunting ini menjadi salah satu strategi percepatan penurunan angka stunting sebagaimana komitmen Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (H. Jusuf Kalla 2015-2019 dan KH Ma'ruf Amin 2020-2024) sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) yaitu mencapai prevalensi stunting tidak lebih dari 14% pada tahun 2024. Kini gerakan ini menjadi  semakin luas dengan telah terbitnya Peraturan Presiden No 72 tahun 2021 pada tanggal 5 September 2021 dimana Kepala BKKBN sebagai koordinator pelaksana, serta semakin menguatnya Scalling Up Nutrition (SUN) Movement yang berada di bawah koordinasi Bappenas.
@cegahstunting merupakan kerja bersama relawan dengan keahlian yang relevan dan orang muda (youth) dari organisasi mahasiswa kedokteran/kesehatan dan komunitas konselor menyusui. Kami membuka diri untuk kolaborasi dan kerja bersama yang lebih luas berdasarkan asas saling menghormati, tidak bertentangan dengan visi&misi gerakan ini serta konsisten dengan pesan kunci pencegahan stunting.