Copy, cut and paste disabled


top of page

Cegah Kanker Payudara dengan Menyusui


Menyusui memiliki keuntungan yang signifikan dalam mencegah kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak menyusui. Menurut artikel yang dipublikasikan dalam Journal of the National Cancer Institute, "Duration of lactation and breast cancer risk: a meta-analysis", Menyusui selama lebih dari 12 bulan dapat menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 4.3%. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer menemukan bahwa setiap tahun menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 7%.


Meskipun masih ada diskusi tentang mekanisme yang paling tepat untuk menjelaskan bagaimana menyusui mempengaruhi risiko kanker payudara, beberapa hipotesis mencakup bahwa hormon dalam ASI memiliki efek anti-proliferasi pada sel payudara, serta menyusui mempromosikan perubahan dalam jaringan payudara yang mengurangi risiko kanker.


Namun, perlu diingat bahwa menyusui tidak selalu merupakan pilihan yang mungkin atau memungkinkan bagi setiap ibu. Pilihan untuk menyusui atau tidak seharusnya tidak dipaksakan dan harus didasarkan pada keputusan pribadi yang terinformasi dan bebas dari tekanan.


Prevalensi Kanker Payudara


Menurut data yang dipublikasikan oleh World Cancer Research Fund (WCRF) pada tahun 2020, kanker payudara adalah jenis kanker paling sering terdiagnosis pada wanita di Indonesia, dengan angka prevalensi sekitar 25 dalam 100.000 wanita. Angka ini lebih tinggi 2,5 kali dari prevensi global. Menurut data yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO), kanker payudara adalah jenis kanker paling sering terdiagnosis pada wanita di seluruh dunia, dengan angka prevalensi sekitar 15 dalam 100.000 wanita.


Perlu diingat bahwa data ini mungkin tidak akurat dan bergantung pada metodologi dan sumber data yang digunakan. Namun, data ini menunjukkan bahwa kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang serius dan membutuhkan perhatian dan usaha untuk mencegah dan mengobati kanker payudara.


Stadium


Stadium (atau tahap) kanker payudara dipergunakan untuk menentukan berapa luas dan berapa jauh kanker telah berkembang dalam tubuh. Stadium kanker payudara biasanya ditentukan berdasarkan ukuran tumor, apakah kanker sudah bermetastasis ke kelenjar getah bening regional atau tidak, dan apakah kanker sudah bermetastasis ke jaringan atau organ lain. Berikut adalah beberapa stadium kanker payudara yang umum:


Stadium 0 (karsinoma in situ): Kanker belum berkembang ke luar jaringan payudara dan masih terbatas pada jaringan payudara.

Stadium I: Tumor terbatas pada jaringan payudara dan ukurannya kurang dari 2 cm.

Stadium II: Tumor terbatas pada jaringan payudara dan ukurannya 2 cm atau lebih, atau sudah bermetastasis ke kelenjar getah bening regional.

Stadium III: Tumor lebih besar dari 2 cm dan sudah bermetastasis ke kelenjar getah bening regional.

Stadium IV: Kanker sudah bermetastasis ke jaringan atau organ lain seperti paru-paru, hati, atau tulang.


Perlu diingat bahwa stadium kanker payudara bisa berubah seiring waktu dan perkembangan kanker, sehingga pengobatan dan prognosis akan bergantung pada stadium terkini kanker. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin dan memantau kondisi kanker dengan hati-hati.



Comentários


bottom of page