Search
  • Cegah Stunting

Pengembangan Diri Orangtua untuk Kebangkitan Generasi Tangguh di Masa Depan

Dalam pembangunan dewasa ini, kita mulai mengenal istilah Human Capital (modal manusia). Human Capital adalah term yang diperkenalkan oleh Bank Dunia untuk menjelaskan bagaimana kondisi kesehatan dan pendidikan dapat mendukung produktivitas generasi yang akan datang. Human Capital disusun menjadi semacam alat ukur global (indeks) yang kemudian disebut dengan Human Capital Index-HCI, yang mengkombinasikan komponen-komponen probabilitas hidup hingga usia 5 tahun (survival), kualitas dan kuantitas pendidikan, dan kesehatan termasuk isu stunting. Komponen tersebut merupakan bagian utama dari pengukuran produktivitas tenaga kerja di masa depan dari anak yang dilahirkan saat ini.

Dari laporan terakhir, Human Capital Index (HCI) 2020 Indonesia sebesar 0,54, atau naik tipis dibandingkan dengan tahun 2018 yakni 0,53. PR Indonesia masih panjang. Sektor kesehatan perlu menjadi perhatian besar saat ini. Pemerintah perlu meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan dan sarana kesehatan yang berkualitas, yang mencakup pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, meningkatkan kompetensi tenaga dan kader kesehatan, dan memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional.

Pandemi Covid-19 merupakan wake-up call bagi dunia tentang pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas kesiapan dan respons manusia Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis. Momen Hari Kebangkitan Nasional 2021 perlu dirintis dari wake up call pandemi saat ini. Dalam konteks yang lebih mikro, kesiapan investasi Human Capital juga perlu dimulai dari keluarga.

Sebagai orangtua, untuk dapat berhasil dan mencapai cita – cita kita demi masa depan anak yang lebih baik, kita perlu konsisten dalam mengembangkan diri; untuk bisa tangguh dalam setiap situasi, sehingga bisa berperan baik mengembangkan pribadi generasi selanjutnya untuk bisa tangguh pula di masa depan.

Jadi, apa sih pengembangan diri itu?

Pengembangan diri adalah proses dan upaya dalam membentuk bakat, potensi, perilaku, dan juga kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri. Pengembangan diri meliputi proses pembelajaran formal dan informal. Jadi, proses pengembangan diri ini tidak terpaku hanya di bangku sekolah namun juga berbagai kegiatan yang kita lakukan sehari – hari.


Menurut Marmawi (2009), pengembangan diri merupakan proses meningkatkan kemampuan dan potensi, juga kepribadian, serta sosial-emosional seseorang agar terus berkembang. Selanjutnya menurut Fanani (2003), pengembangan diri merupakan pengembangan segala potensi pada diri dalam usaha meningkatkan potensi berfikir dan berprakarsa dan meningkatkan kapasitas intelektual yang diperoleh dari melakukan berbagai aktivitas.

Sebagai orangtua yang punya tanggung jawab memberikan pengasuhan terbaik untuk anak, apa saja langkah yang perlu kita siapkan untuk dapat mengembangkan diri secara optimal dalam pengasuhan?



  • Memupuk kepercayaan diri

Sebelum memulai proses pengembangan diri, kita perlu mempersiapkan pondasi yang kuat, maka penting sekali untuk memulainya dengan memupuk rasa percaya diri. Mengapa? Sebab tanpa rasa percaya diri biasanya seseorang akan mengalami kesulitan untuk mencoba hal baru atau berbuat apapun diluar rutinitas harian. Sehingga hal ini akan menghambat diri sendiri untuk berkembang. Bagaimana caranya? Pertama, kita harus yakin bahwa “saya bisa melakukan kegiatan ini”. Kedua, berani tanpa takut akan sesuatu hal yang belum terjadi dan Ketiga, meminta dukungan orang terdekat agar lebih kuat dan percaya diri.

  • Menggunakan Waktu dengan Baik

Setelah kita memiliki kepercayaan diri langkah berikutnya adalah bagaimana cara mengatur waktu dengan baik. Mengapa? Menghargai waktu dengan seksama dan menggunakannya untuk hal-hal produktif dan bermanfaat akan sangat berpengaruh dalam proses pengembangan diri, hal ini berkaitan dengan proses dalam melakukan suatu kegiatan dengan efektif dan efisien. Saat kesadaran ini sudah tertanam dalam diri seseorang maka setiap kali ada waktu luang akan dimanfaatkan untuk hal berkualitas. Misalnya belajar, membaca buku yang bermanfaat, menyusun jadwal kegiatan baru yang seru untuk keluarga, dan lain sebagainya.

  • Terbuka Terhadap Segala Hal

Dalam era digital ini kita dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah. Hal ini perlu kita manfaatkan dengan baik. Banyaknya informasi tersebut dapat kita ramu sebagai pengetahuan baru. Maka penting sekali untuk dapat keluar dari zona nyaman di dunia yang selama ini ditekuni dan membuka diri dengan informasi yang baru dan mencoba untuk beradaptasi. Mencoba hal baru dan mau mendengarkan ilmu baru akan membantu kita mengembangkan diri dengan baik.

  • Belajar dari Pengalaman

Sering kita mendengar “pengalaman adalah guru paling berharga, dan pengalaman tidak pernah salah” Pengalaman terkadang dapat memberikan kebahagiaan dan kepuasan dan juga terkadang memberikan kekecewaan dan penyesalan. Pengalaman membawa kita berpetualang dalam berbagai perasaan/emosi. Semua menjadi media orangtua untuk belajar. Ketika ada kesalahan maka kita bisa menghindari dan memperbaikinya ketika terulang lagi di masa mendatang.

  • Ambisi dan Keinginan untuk Berprestasi

Membangun ambisi, mimpi, dan keinginan besar merupakan salah satu proses penting dalam pengembangan diri. Hal ini berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan diri tersebut maka keinginan untuk terus berkembang akan meningkat. Oleh karena itu, mulailah membangun ambisi dan keinginan untuk berprestasi di salah satu, dua atau tiga bidang dan seterusnya.

Peran keluarga dalam pengembangan diri sangatlah penting. Keluarga menjadi penyokong utama dalam mendukung dan membantu mengembangkan diri. Pendidikan dan pola asuh keluarga adalah kunci utama. untuk membantu penerapan langkah – langkah diatas. Semoga kita juga bisa memberikan pola asuh dan dukungan yang lebih baik untuk anak-anak kita.

Jadi, silahkan menerapkan langkah-langkah di atas sebagai permulaan. Ayo Bangkit!!

References:

Human Capital Index Naik, RI Fokus ke Sektor Kesehatan, https://money.kompas.com/read/2020/09/19/150000626/human-capital-index-naik-ri-fokus-ke-sektor-kesehatan.

Fanani, A.C. 2003. Studi tentang Metode Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Pengembangan Diri di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya Periode 2000-2002. Surabaya: Skripsi fakultas tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Marmawi. 2009. Persamaan Gender dalam Pengembangan Diri. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan. https://www.duniadosen.com/pengembangan-diri/


Created By:

Rukianarsyi Arrasyidata Naraperwira Wiranto Putra, S.Psi

Reviewed by:

dr. Wahdini Hakim, MWH – Pemerhati dan Pakar Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Designed by:

Rekianarsyi Arrasyidipa Narayaprawira Wiranto Putra


51 views0 comments