Search
  • Cegah Stunting

Karies pada Gigi Anak? Apakah Ada Hubungannya dengan Stunting?


Gigi dibentuk saat janin berusia 4 bulan dalam kandungan. Sehingga, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup suplemen fluor dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan gigi anak. Tidak berhenti saat hamil saja, Ibu juga membutuhkan gizi yang baik menyusui dan anak dalam tahap Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).



Karies gigi adalah kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap dan bersifat kronis. Proses gigi untuk mengalami karies diawali dengan terkikisnya enamel atau lapisan terluar gigi, kemudian dentin atau lapisan tengah gigi, dan pada akhirnya mencapai sementum alias akar gigi. Karies menyebar dengan cepat pada gigi sulung karena enamel mereka lebih tipis dibandingkan pada gigi permanen dan saraf lebih dekat dengan permukaan.


Karies gigi umumnya disebabkan oleh kebiasaan makan makanan manis atau jarang menyikat gigi. Saat anak mengonsumsi makanan manis, bakteri di mulut akan mengubah kandungan gula dari sisa-sisa makanan menjadi asam. Bila anak tidak menyikat gigi, timbunan asam tersebut dapat berubah menjadi plak bintik-bintik putih (white spot) pada email gigi, berlanjut dan berkembang hingga merusak struktur gigi dengan terbentuk lubang warna kekuningan, coklat bahkan kehitaman. Apabila tidak diperbaiki, makanan akan mudah tersimpan dalam lubang yang terbentuk dan terjadi kerusakan gigi hingga ruang pulpa gigi (yang berisi pembuluh darah dan saraf). Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

Bagaimana hubungan antara kesehatan gigi dan stunting?


​​Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk negara dengan tingkat stunting tergolong tinggi di Asia Tenggara. Kondisi stunting ini sebenarnya bisa dicegah, lho! Kita bisa mencegahnya dengan cara yang mudah, yaitu dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Suatu data juga menunjukan pengaruh kebersihan terhadap stunting mencapai 50%.


Stunting pada anak memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sesuai usianya.

  2. Pertumbuhan melambat.

  3. Pertumbuhan gigi terlambat.

  4. Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar.


Karies gigi yang tidak diatasi akan menyerang seluruh mahkota gigi dan menjadi lepasnya gigi sulung sebelum waktunya. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif terhadap kemampuan anak untuk makan. Gigi yang karies akan mengganggu fungsi mengunyah dan memengaruhi nafsu makan anak. Akibatnya, anak akan memiliki asupan nutrisi per hari yang tidak tercukupi, daya tahan tubuh melemah, dan lebih rentan untuk mengalami kekurangan gizi dan sakit. Berkurangnya nafsu makan anak pun akan memengaruhi gizi dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Selain berisiko kekurangan gizi, dalam jangka panjang anak juga berisiko terkena stunting.


Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa gizi yang kurang dan tidak seimbang memiliki hubungan positif terhadap keparahan karies gigi atau gigi berlubang, serta anak yang bergizi kurang cenderung memiliki gigi dengan karies lebih tinggi dibandingkan anak dengan gizi yang cukup. Selain itu, anak dengan kondisi gizi yang kurang akan memiliki kelenjar saliva atrofi. Kelenjar saliva (air liur) memiliki peran penting untuk membersihkan gigi dan mulut, serta mencegah karies gigi.

Pencegahan karies dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menyikat gigi 2x sehari, setelah makan pagi dan sebelum tidur. Suasana menyikat gigi sebaiknya dibuat senyaman mungkin dan orang tua diharapkan agar bisa lebih kreatif sehingga aktivitas menyikat gigi menjadi rutinitas yang menyenangkan bagi anak.

  2. Hindari kebiasaan minum susu botol sebelum tidur.

  3. Pemakaian sikat gigi dan alat makan secara pribadi.

  4. Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.


Kondisi stunting dan karies gigi memiliki hubungan timbal balik. Oleh karena itu, untuk mencegah stunting kita perlu melakukan pemenuhan gizi seimbang seimbang dengan menjaga kondisi gigi geligi, sehingga anak dapat makan dengan baik. Sebaliknya, mencegah karies gigi dapat kita lakukan dengan pemenuhan gizi seimbang terutama untuk mendapatkan fungsi saliva optimal. Mulai sekarang, yuk ajak anak menjaga kebersihan mulut dan gigi sedari kecil untuk melindungi dan mencegah diri dari penyakit dan stunting di masa mendatang!


Reference:


Created by:

Qurota Ayuni - CIMSA

Reviewed by:

dr. Agustina, Sp.A., M.Kes



31 views0 comments

Recent Posts

See All